Curug Cipendok

Kabupaten Banyumas

Informasi Umum
 Data diperbarui: Sabtu, 16 Januari 2016

Nama Objek : Curug Cipendok
Tipe Objek : Wisata Alam  Wana Wisata
Lokasi : Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Kode Pos: 53163
Koordinat GPS : -7.339371, 109.134573

Memiliki ketinggian sekitar 92 m. Curug ini masih dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Selain lokasinya cukup mudah untuk dicapai, hawa di lingkungan sekitarnya juga terasa sejuk dengan hutan produksi dan lindung yang terjaga baik. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini. Cocok digunakan untuk tempat bersantai menghilangkan stress.

Dari kota Purwokerto, jaraknya sekitar 15 km dari arah barat atau sekitar 7 km dari Ajibarang. Belum ada angkutan umum resmi yang sampai ke lokasi ini, sehingga jika ingin mengunjungi tempat itu harus dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Jika dari kota Purwokerto, pengunjung bisa melewati jalan Jend. Sudirman ke arah alun-alun, lurus menuju ke jalan raya Losari, sekitar 7 km jauhnya dari Purwokerto.  Kemudian akan ditemui plang tanda jalan masuk ke curug yang keberadaannya di sebelah kiri jalan raya, tepatnya di pertigaan jalan raya Cilongok.  Dari pertigaan ini ambil belokan ke kanan menuju jalan raya Cilongok. Jaraknya sekitar 8 km hingga pintu gerbang curug.   Meskipun jalan ini  cukup berkelok-kelok dan menanjak, kondisi jalannya sudah cukup bagus, karena sudah beraspal semua dan ada penunjuk jalannya. Perjalanan dilanjut hingga 1 km dari pintu gerbang menuju area parkir. Dari area parkir ini dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk menuju ke lokasi Curug Cipendok dengan berjalan kaki.

Jalan untuk menuju lokasi sudah cukup bagus. Bagi pelancong yang ingin beristirahat sejenak bisa menjajakan mendoan, susu murni, serta makanan-makanan kecil di warung-warung rumah penduduk. Ketika berjalan menuju lokasi, para pelancong benar-banar bisa menikmati keindahan alam seperti perkebunan tomat, cabai dan seledri. Ditambah lagi dengan adanya aliran air jernih pegunungan di sungai-sungai kecil. Tak heran jika banyak pelancong yang berkunjung ke tempat ini, apalagi ketika hari besar seperti libur lebaran.

Fasilitas utama yang terdapat di tempat ini diantaranya yaitu cottage, sarana outbound, jogging track, jungle track , Telaga Pucung dan bumi perkemahan. Selain itu terdapat pula fasilitas pendukung yang sudah cukup bagus seperti tempat parkir, tempat istirahat, kamar mandi, arena bermain anak-anak seperti ayunan, serta menara pandang yang dapat digunakan untuk melihat pemandangan kota Purwokerto apabila cuaca sedang cerah.

Telaga pucung merupakan sumber mata air Pucung. Telaga ini berada di Kampung Panginyongan. Selain bisa untuk mengurangi rasa penat, tempat ini juga cocok digunakan untuk camping ground. Pemandangan alamnya masih terlihat alami. Di sekitar telaga pucung juga masih terdapat elang dan macan (harimau) Jawa. Dimana keberadaannya kini semakin berkurang. Telaga ini pertama kali di temukan pada tahun 1997 dan diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2005.

Berbagai kegiatan menarik yang bisa dilakukan di kampung Panginyongan antara lain melukis, membuat gula kelapa, menari tradisional serta berlatih gamelan.

LEGENDA

Cerita Curug Cipendog tidak lepas dari sejarah peperangan Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830 melawan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Karena peprangan ini di menangkan oleh Belanda, seluruh wilayah kerajaan Surakarta termasuk wilayah Dulangmas yang terdiri dari Kedu, Magelang dan Banyumas dikuasai oleh Belanda. Perjanjian ini ada dalam perjanjuan Dulangmas.

Seorang Wedana bernama Raden Ranusentika, yaitu seorang pemimpin wilayah Ajibarang di Banyumas diberi tugas untuk melakukan kerja rodi berupa pembukaan hutan di sekitar lereng Gunung Slamet. Pembukaan hutan ini dijadikan area perkebunan. Namun setelah delapan bulan melakukan pembukaan, belum juga ada hasilnya. Ada keanehan dalam hal ini. Pohon-pohon yang selesai ditebang esoknya tumbuh lagi. Raden Ranusentikapun bingung. Kemudian ia bertapa beberapa saat meminta petunjuk kepada Tuhan. Karena merasa belum ada petunujuk, iapun gundah. Untuk menghilangkan kegundahannya itu, ia memancing di dekat air terjun. Ketika memancing, kailnya seperti ditarik tarik. Ternyata bukan ikan yang menariknya, melainkan sebuah cincin atau pendok. Sejak menemukan cincin itu Raden Ranusentika bisa melihat makhluk-makhluk halus yang selama ini menggagalkan pekerjaannya.

Atas usulan Breden Santa, seorang kepala pekerja, air terjun dimana Raden Ranusentika menemukan pendok keris, dinamakan Curug Cipendok. Berasal dari kata curug yang berarti air terjun dan pendok atau cincin dari bilah keris.


  GALERI

  Komentar Anda


  Saran Kuliner
Pemancingan & RM Lesehan Ganten Permai 3
Jl. Batu Jamus-Kemuning, Desa Ganten KM 3, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar
Pemancingan lesehan bernuansa gabungan agrowisata dan perikanan yang alami.
Candi Resto
Jl. Pattimura 75, Kota Salatiga
Candi Resto Salatiga - Makes You Smile. Restoran keluarga dengan menu lengkap, tempat nyaman
Pemancingan Suharno 2
Blater RT 04 RW VI Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang
Pemancingan yang menjadi alternatif wisata kuliner di Kab. Semarang. Terletak di Jimbaran, Bandungan. Menawarkan berbagai menu ikan yang lezat dengan beragam fasilitas menarik seperti kolam renang anak, free hot spot, dll.

  Saran Akomodasi
Laras Asri Resort & Spa
Jl. Jendral Sudirman No. 335, Kota Salatiga
Sebuah resort tradisional yang indah dan nyaman di Salatiga menjadikan Laras Asri Resort & Spa sebuah pilihan terbaik untuk beristirahat dan berlibur.
Graharu Boutique Hotel
Tingal Wetan RT 05 RW 02, Wanurejo, Mungkid, Kota Magelang
Graharu Boutique Hotel - boutique hotel yang unik dengan nuansa Jawa yang sangat kental
Griya Puspita Bonsai
Jl. Raya Lemah Abang KM 3 Bergas Kidul, Bandungan, Kabupaten Semarang
Griya Puspita Bonsai merupakan Convention Hall yang menawarkan suasana yang unik dengan hamparan bonsai yang indah.