Masjid Agung Demak

Kabupaten Demak

Informasi Umum
 Data diperbarui: Kamis, 21 Januari 2016

Nama Objek : Masjid Agung Demak
Tipe Objek : Wisata Religi  Religi Islam
Lokasi : Jl. Sultan Fatah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
Kode Pos: 59511
Koordinat GPS : -6.894636, 110.637211

Merupakan masjid tertua di Indonesia. Masjid ini didirikan pada tahun 1466 hingga 1477 M oleh Raden Fatah bersama dengan Wali Songo. Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak.Masjid Agung Demak telah mengalami beberapa renovasi dengan tetap mempertahankan ciri khasnya yaitu atap bersusun tiga serta jumlah pintu sebanyak 5 buah.

Masjid Agung Demak memiliki banyak keunikan dengan umur lebih dari 500 tahun. Desain arsitekturnya masih tampak anggun bergaya lokal. Wujud Masjid Agung Demak memberi kesan megah, anggun, dan  karismatik. Di sini Anda dapat menikmati arsitekturnya yang unik dan bernilai sejarah tinggi. Tentunya wisata religi dan ziarah adalah tema utamanya. Anda akan merasakan kesejukan dan kenyamanan bersujud di dalam masjid meski di luar terasa panas. Teras masjid juga cukup luas dinaungi atap dan lantai keramik yang menjadikan Anda  nyaman untuk duduk-duduk atau berbaring

SEJARAH

Masjid Agung Demak dibangun pada masa Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Raden Fatah merupakan putra Raja Majapahit yaitu Brawijaya V dengan putri asal Campa (Kamboja) Putri Dwarawati Murdiningrum yang telah masuk Islam. Raden Fatah kemudian menjadi perintis berdirinya kerajaan Islam pertama di Jawa. Kelahiran Demak tersebut mengakhiri masa Kerajaan Majapahit dimana kemudian sebagian penganut Hindu pada masa itu berpindah ke Bali dan sebagian lagi ke Tengger.

Masjid ini didirikan sebagai pusaka bagi seluruh raja di Tanah Jawa. Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.

Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Hingga saat ini Masjid Agung Demak menjadi monumen hidup penyebaran Islam di Nusantara.

Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat Masjid Agung Demak.

Di samping Masjid ini, terdapat Museum Agung Demak. Museum ini memiliki koleksi yang terdiri dari beduk dan kentongan Wali abad ke-15, sepotong kayu dari sakatatal Sunan Kalijaga, kitab tafsir Al Qur’an Juz 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, Pintu Bledeg karya Ki Ageng Sela, gentong masa Dinasti Ming, maket masjid, foto-foto, dan lain-lain.

Ruang penyimpanan sakaguru di depan museum terdapat potongan-potongan sakaguru atau konstruksi utama yang sudah rusak. Empat konstruksi yang dikenal adalah Sakaguru Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Gunung Jati (Cirebon), Sunan Kalijaga (Demak).

Di belakang museum terdapat makam Raden Patah (Sultan Demak I, 1478-1518), Raden Patiunus (Sultan Demak II, 1518-1521), Raden Trenggana (Sultan Demak III, 1521-1546), dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Patiunus atau Pangeran Sabrang Lor adalah pemimpin armada gabungan Kesultanan Banten, Cirebon, dan Demak menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1521.


  GALERI

  Komentar Anda


  Saran Kuliner
RM Lesehan & Pemancingan Java Resto
Dukuh Pentukrejo, Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar
Java resto menyediakan spesial iga bakar, kakap bumbu rujuk, kakap lombok ijo, udang pedas
Kampoeng Rawa
Jl. Lingkar Ambarawa KM 3 Ambarawa, Kabupaten Semarang
Kampoeng Rawa merupakan tujuan wisata yang terletak di tepi danau Rawa Pening Ambarawa, dengan view yang menarik dan berbagai wahana permainan
Pemancingan 51 Putriana
Janti, Polanharjo, Klaten, Kabupaten Klaten
Pemancingan yang mengutamakan cita rasa khas masakan, didukung dengan fasilitas gratis seperti kolam renang, menjadikan Pemancingan 51 salah satu pilihan untuk berlibur bersama keluarga

  Saran Akomodasi
Grand Wahid Hotel
Jl. Jendral Sudirman No. 2, Kota Salatiga
Hotel bintang 4 yang terletak di pusat kota Salatiga, dengan kamar yang elegan, dan banyak fasilitas pendukung yang akan memanjakan para tamu yang datang.
The Wujil Resort & Conventions
Jl. Soekarno-Hatta Km 25,5 Ungaran, Kabupaten Semarang
Nestled in four hectares of greenery and pure nature and strategically located in the triangle of 3 cities: Semarang, Solo & Yogyakarta, the Wujil Resort & Conventions – managed by TAUZIA Hotel Management offers a natural backdrop which makes it an idea
Graharu Boutique Hotel
Tingal Wetan RT 05 RW 02, Wanurejo, Mungkid, Kota Magelang
Graharu Boutique Hotel - boutique hotel yang unik dengan nuansa Jawa yang sangat kental