Museum Kereta Api

Kabupaten Semarang

Informasi Umum
 Data diperbarui: Kamis, 21 Januari 2016

Nama Objek : Museum Kereta Api
Lokasi : Jl. Stasiun Ambarawa 1, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Kode Pos: 50614
Telp : (0298) 591035
Buka :  Setiap Hari  08:00 - 16:00 WIB
Koordinat GPS : -7.264809, 110.404573

Museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Beberapa koleksi diantaranya yaitu salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen, serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine Works) di halaman museum.

Sejak Juni 2013, museum ini ditutup total untuk renovasi besar-besaran, setelah penghentian operasional kereta wisata sejak pertengahan 2012. Tidak ada informasi yang jelas dari pihak PT KAI, kapan museum ini dibuka kembali.

BANGUNAN DAN LOKASI

Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, Ambarawa awalnya merupakan sebuah kota militer. Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Stasiun kereta api Ambarawa dibangun pada 21 Mei 1873,  di atas tanah seluas 127.500 m². Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.

Awalnya satsiun ini menjadi titik pertemuan antara lebar sepur 1.435 mm ke arah Kedungjati dengan 1.067 mm ke arah Yogyakarta melalui Magelang. Hal ini masih bisa terlihat bahwa kedua sisinya dibangun stasiun kereta api untuk mengakomodasi ukuran lebar sepur yang berbeda.

Museum kereta api Ambarawa kemudian didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap yang kemudian berada pada masa pemanfaatan kembali ketika jalur rel 1.435 mm milik Perusahaan Negara Kereta Api ditutup. Ini merupakan museum terbuka yang terdapat pada kompleks stasiun.
Jalur Kereta Api

Rel 1.067 mm menuju Yogyakarta (disebut lintas 'selatan' meskipun sebenarnya membentang melewati selatan ke barat melalui Ambarawa) adalah sesuatu yang menarik karena rel bergigi antara Jambu dan Secang adalah satu-satunya yang masih beroperasi di Pulau Jawa. Jalur di luar Bedono ini ditutup pada awal tahun 1970 setelah rusak akibat gempa, serta kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya.

Jalur dari Kedungjati (disebut lintas 'utara' karena tujuan akhirnya adalah Semarang, meskipun sebenarnya berjalan dari timur yang bermula dari Ambarawa) hanya mampu bertahan sampai pertengahan 1970-an, karena lalu lintas KA yang sangat sedikit, juga karena lebih cepat untuk bepergian dengan kendaraan bermotor menuju Semarang. Kehadiran jalur gigi berarti bahwa ada kemungkinan lalu lintas KA dari Semarang ke Yogyakarta tidak begitu padat.
Wisata

Terdapat beberapa kereta wisata yang dapat beroperasi di museum ini, diantaranya adalah kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih dikenal sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi menuju Stasiun Bedono yang jaraknya 35 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.

Pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagusnya. Kereta ini beroperasi stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat kita dapat menikmati peandangan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening di kejauhan. Kereta ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi ditutup pada 1980-an karena prasarana yang rusak.


  GALERI

  Komentar Anda


  Saran Kuliner
Joglo Agung Resto & Gallery
Jl. Raya Lemah Abang Km 3.6 - Bandungan, Kabupaten Semarang
Perpaduan unik Antique Gallery dan Restoran dengan konsep masakan rumahan jawa pranakan yang sehat tanpa MSG...dan harga bersahabat! Terletak di kaki Gunung Ungaran dengan udara yang sejuk dan pemandangan lampu kota Semarang di malam hari ... cocok untuk
Pemancingan Suharno 2
Blater RT 04 RW VI Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang
Pemancingan yang menjadi alternatif wisata kuliner di Kab. Semarang. Terletak di Jimbaran, Bandungan. Menawarkan berbagai menu ikan yang lezat dengan beragam fasilitas menarik seperti kolam renang anak, free hot spot, dll.
Joglo Nugroho Ngampin
Jl. MGR Soegijapranoto Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang
Merupakan Restoran dengan konsep joglo dengan yang berada di Kab. Semarang. Terletak di Jl. MGR Soegijapranoto Ngampin, Ambarawa atau jalur Ambarawa - Magelang.

  Saran Akomodasi
Griya Puspita Bonsai
Jl. Raya Lemah Abang KM 3 Bergas Kidul, Bandungan, Kabupaten Semarang
Griya Puspita Bonsai merupakan Convention Hall yang menawarkan suasana yang unik dengan hamparan bonsai yang indah.
The Wujil Resort & Conventions
Jl. Soekarno-Hatta Km 25,5 Ungaran, Kabupaten Semarang
Nestled in four hectares of greenery and pure nature and strategically located in the triangle of 3 cities: Semarang, Solo & Yogyakarta, the Wujil Resort & Conventions – managed by TAUZIA Hotel Management offers a natural backdrop which makes it an idea
Grand Wahid Hotel
Jl. Jendral Sudirman No. 2, Kota Salatiga
Hotel bintang 4 yang terletak di pusat kota Salatiga, dengan kamar yang elegan, dan banyak fasilitas pendukung yang akan memanjakan para tamu yang datang.