Pagoda Avalokitesvara

Kota Semarang

Informasi Umum
 Data diperbarui: Rabu, 13 Januari 2016

Nama Objek : Pagoda Avalokitesvara
Tipe Objek : Wisata Religi  Religi Budha
Lokasi : Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang, Jawa Tengah
Koordinat GPS : -7.086932, 110.409237

Watugong adalah nama sebuah kawasan di tepi Selatan Kota Semarang. Namanya seunik ikon kawasan ini, yaitu sebuah batu berbentuk gong. Itulah sebabnya masyarakat setempat saat membina jalan raya di kawasan ini menyebutnya “watugong” atau batu seperti gong.

Vihara ini sempat terlantar selama kurang lebih 8 tahun namun sekarang bangkit kembali di bawah binaan Sangha Theravada Indonesia. Keindahan menara vihara ditambah keunikan ornamen dan eksterior bangunannya telah menarik banyak para pelancong maupun peziarah untuk mendatanginya.

Ketenaran nama Watugong tidak hanya terbatas di sebuah batu yang sekarang masih ada dan dilindungi. Watugong selalunya dikaitkan dengan nama vihara Avalokitesvara di kawasan Vihara Buddhagaya yang berdiri tak jauh dari bukti fisik Watugong.

Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah Vihara yang diresmikan pada 2006 lalu dan dinyatakan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda ini dibangun tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, serta banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya. Vihara Buddhagaya Watugong terletak 45 menit dari pusat Kota Semarang. Vihara ini memiliki banyak bangunan dan berada di area yang luas dengan tinggi 45 m.

Terdapat dua gazebo besar yang tamak mengapit di samping kanan-kirinya. Biasanya digunakan sebagai tempat tabur dan lonceng, yang menjadi salah satu adat kelengkapan pagoda. Pagoda Avalokitesvara juga disebut sebagai Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih Sayang karena keberadaannya untuk menghormati figur cinta kasih dan kasih sayang, yaitu Kwan Sie Im Po Sat.

Banyak keistimewaan yang terdapat di Pagoda Avalokatesvara Buddhagaya. Mulai dari genteng, aksesori, relief tangga dari batu (9 naga), kolam naga, lampu naga, air mancur naga, hingga patung burung hong dan kilin, seluruhnya diimpor dari China. Selain itu, pagoda itu terdiri atas tujuh tingkat, hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton. Tiap tingkat memiliki empat buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru.

Di lokasi ini terdapat sebuah patung Dewi yang membawa bunga dan teratai. Patung ini biasanya digunakan pengunjung untuk berdoa agar dimudahkan mendapatkan jodoh. Patung Dewi dengan membawa anak perempuan, ditujukan bagi pengunjung yang berkeinginan memiliki anak perempuan. Sedangkan untuk patung Dewi yang membawa anak laki-laki, digunakan pengunjung berdoa agar mendapatkan anak laki-laki. Terdapat pula patung Dewi Kwan Im yang digunakan pengunjung untuk memohon panjang umur.

Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Di lantai I terdapat 24 patung Dewi Kwan Im dan empat patung Amitaba, patung besar Dewi Kwan Im dengan tinggi 5,10 meter serta satu patung Panglima We Do. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin. Khusus di tingkat VII, diisi empat buah patung Amitaba, yaitu guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi. Jumlah total patung yang ada di pagoda itu 30 buah.

Di Komplek Vihara juga terdapat cotage untuk para tamu menginap. Tepat di depan cotage terdapat Bangunan Dhammasala. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan untuk ruang aula serbaguna yang luas dengan sebuah panggung didepannya sedangkan lantai atas untuk ruang Dhammasala. Pada bagian tembok pagar disekiling dhammasala terdapat relief yang menceritakan tentang paticasamupada. Dengan melihat relief ini kita akan lebih mudah memahami konsep paticasamupada

Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan. Biasanya tempat ini juga digunakan sebagai tempat foto-foto Pre Wedding.


TRANSPORTASI

Untuk menuju Vihara di Watugong dapat ditempuh dengan kendaraan dari Semarang ke arah Solo dengan melalui jalan yang cukup padat dilalui kendaraan ke luar kota  yang disebut Jalan Raya Ungaran. Melalui jalan tol, tempat ini dapat ditempuh selama 30 menit.

TIPS

Vihara Watugong terletak di jalur Jalan Raya Ungaran. Bila datang pada Minggu sore, tempat parkir akan sedikit penuh karena jemaah Buddha datang untuk kebaktian. Momen ini bisa menjadi sangat menarik untuk diamati, terutama melihat tradisi dari Tiongkok di vihara.

Sepulangnya dari vihara di Watugong, mampirlah sejenak di Nissin Cafe yang terletak tak jauh dari lokasi Watugong. Nissin termahsyur sebagai produsen kue kering dalam kemasan yang sudah puluhan tahun menemani masyarakat di negeri ini untuk menerima tamu di setiap rumah. Nikmati ruangan cafe yang nyaman dan tentunya kue-kue yang disediakan dengan cita rasa tradisi dan kenyamanan berbelanja di toko kuenya.

Apabila Anda masih berkeinginan melihat bentuk vihara lain di Jawa Tenagh maka kunjungi juga Vihara Avalokitesvara Sri Kukusrejo Gunung Kalong. Lokasinya tidak jauh dari lokasi Vihara Kwan Im, yaitu di Jalan Jogja-Solo 2 KM setelah Polres Semarang, Ungaran. Perhatikan tepat di sebelah kanan jalan terdapat papan nama bertuliskan Vihara Avalokitesvara Sri Kukusrejo Gunung Kalong.


  GALERI

  Komentar Anda


  Saran Kuliner
RM CINTA RASA
Jl. Yasmudi No. 27 Muntilan, Kabupaten Magelang
Rumah makan Cinta Rasa, rumah makan di Muntilan yang menyediakan berbagai macam Chinese food, seafood, dan menu lain seperti ayam kampung goreng kremes, bebek goreng / bakar, nasi bakmoy, sop sapi, dan bakso
Sate Kambing Berkah Ilahi
Jl. Fatmawati 76, Kota Salatiga
Rumah Makan yang menyediakan aneka masakan daging kambing, dengan menu spesial Sate Gongso dan Iga Gongso.
PONDOK MAKAN DAN PEMANCINGAN REJOSARI
Jl. Mayor Kusen KM 3 Selak Pabelan, Mungkid, Kabupaten Magelang
Pondok Makan dan Pemancingan Rejosari, nikmati bersantai bersama keluarga di tempat yang asri sambil menikmati santapan lezat.

  Saran Akomodasi
Griya Puspita Bonsai
Jl. Raya Lemah Abang KM 3 Bergas Kidul, Bandungan, Kabupaten Semarang
Griya Puspita Bonsai merupakan Convention Hall yang menawarkan suasana yang unik dengan hamparan bonsai yang indah.
Grand Wahid Hotel
Jl. Jendral Sudirman No. 2, Kota Salatiga
Hotel bintang 4 yang terletak di pusat kota Salatiga, dengan kamar yang elegan, dan banyak fasilitas pendukung yang akan memanjakan para tamu yang datang.
Kayu Arum Resort
Jl. Magersari Ringinawe Tegalrejo, Kota Salatiga
Kayu Arum is a world-class resort offering the finest accommodation, dining and body treatments. Experience the pleasure of revitalizing the senses in a unique and enchanting resort atmosphere.