Lawang Sewu

Kota Semarang

Informasi Umum
 Data diperbarui: Selasa, 12 Januari 2016

Nama Objek : Lawang Sewu
Lokasi : Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jawa Tengah
Koordinat GPS : -6.984098,110.410825

Lawang sewu merupakan bangunan kuno di Semarang yang cantik tapi misterius. Sebuah peninggalan jaman Belanda yang dibangun pada tahun 1903 oleh arsitek ternama di Belanda, yaitu Prof. Jacob F Klinkkhamer dan BJ Queendag. Gedung ini memiliki tiga lantai yang bergaya art deco. Bagian depan bangunan bersejarah ini dihiasi oleh menara kembar model gothic dan terbagi menjadi dua area, memanjang kebelakang yang mengesankan kokoh, besar dan indah.

Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Dalam bahasa Indonesia, Lawang Sewu berarti “Seribu Pintu”. Dinamakan Lawang Sewu dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Menurut Guide Lawang Sewu, jumlah  lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun, ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).

Gedung utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Memasuki bangunan utama, terdapat tangga besar untuk ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Selain sebagai tempat wisata, Lawang Sewu juga sering digunakan untuk pre wedding.

SEJARAH LAWANG SEWU

Awalnya bangunan ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia belanda ini yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta) dengan jalur pertamanya Jalur Semarang Temanggung 1867.

Dikarenakan ruang kerja yang semakin bertambah, kemudian diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh pada lahan di pinggir kota dekat kediaman Residen Hindia Belanda, di ujung selatan Bodjongweg Semarang. Direksi NOS menyerahkan perencanaan gedung ini kepada Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag, arsitek dari Amsterdam Belanda.

Pembangunan ini terlaksana mulai dari 27 Februari 1904 dan selesai 1907. Kondisi tanah di jalan harus mengalami perbaikan terlebih dahulu dengan penggalian sedalam 4 meter dan diganti dengan lapisan vulkanis. Bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga dan bangunan percetakan, dilanjutkan dengan bangunan utama. Setelah dipergunakan beberapa tahun, perluasan kantor dilaksanakan dengan membuat bangunan tambahan pada tahun 1916–1918.

Pada peralihan abad ke-20 NIS membangun stasiun stasiun baru yang besar. Pada tahun 1914 stasiun Tambaksari digantikan oleh Stasuin Tawang. Sebelumnya pada tahun 1908 selesai dibangun pula kantor pusat NIS yang baru, bangunan itu berada di ujung jalan Bodjong, di Wilhelmina Plein berseberangan dengan kediaman gubernur.

Pada saat yang bersamaan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) berusaha mengambil alih kereta api, pertempuran pecah antara pemuda dan tentara Jepang, belasan pemuda terbunuh di gedung ini, 5 diantara mereka dimakamkan di halaman (tetapi pada tahun 1975 jenazah mereka dipindah ke Taman Makam Pahlawan. Di depan Lawang Sewu berdiri monumen untuk memperingati mereka yang gugur di Pertempuran Lima Hari.

Sesaat setelah kemerdekaan Lawang Sewu digunakan Kantor Perusahaan Kereta Api, kemudian militer mengambil alih gedung ini, tetapi sekarang telah kembali ke tangan PT KAI.

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah.

Mengingat Lawang Sewu mempunyai nilai sejarah penting, maka Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.


  GALERI

  Komentar Anda


  Saran Kuliner
Candi Resto
Jl. Pattimura 75, Kota Salatiga
Candi Resto Salatiga - Makes You Smile. Restoran keluarga dengan menu lengkap, tempat nyaman
Rumah Makan Prasmanan Mbak War
Jl. Fatmawati RT 4 RW 7, Cikal, Tuntang, Kabupaten Semarang
RESTO KAMPOENG BANYUMILI
Jl. Raya Muncul-Salatiga KM.5 Desa Gedangan, Kota Salatiga
wisata alam dan resto

  Saran Akomodasi
Griya Puspita Bonsai
Jl. Raya Lemah Abang KM 3 Bergas Kidul, Bandungan, Kabupaten Semarang
Griya Puspita Bonsai merupakan Convention Hall yang menawarkan suasana yang unik dengan hamparan bonsai yang indah.
Grand Wahid Hotel
Jl. Jendral Sudirman No. 2, Kota Salatiga
Hotel bintang 4 yang terletak di pusat kota Salatiga, dengan kamar yang elegan, dan banyak fasilitas pendukung yang akan memanjakan para tamu yang datang.
Kayu Arum Resort
Jl. Magersari Ringinawe Tegalrejo, Kota Salatiga
Kayu Arum is a world-class resort offering the finest accommodation, dining and body treatments. Experience the pleasure of revitalizing the senses in a unique and enchanting resort atmosphere.