Kabupaten Sragen

BOTOK MERCON
Warung makan yang didirikan oleh Bapak Wiroatmojo (65 tahun) dan Ibu Tumiyem (62 tahun) pada tahun 1994 ini menyajikan menu utama botok ikan patin super pedas. Tidak seperti botok yang biasanya berbahan baku mlanding (petai cina) dan parutan kelapa, botok ikan patin ini sebenarnya adalah olahan garang asem dengan bumbu super pedas. Saking pedasnya, para penggemarnya memberi julukan baru, ‘Botok Mercon’. Setiap hari, pengolahan Botok Mercon memerlukan bahan baku 45 kg ikan patin dan 15 kg cabe rawit dan merah.
.
WAJIK JENANG KRASIKAN
Sejak tahun 1964, Mbah Rajak (90 tahun) memproduksi wajik, jenang, dan krasikan yang diolah dan dimasak dengan menggunakan peralatan dapur (pawon) tradisional, yaitu tungku tanah dan kayu bakar. Pengolahannya memerlukan bahan antara lain: gula jawa (kelapa), santan kelapa, beras ketan, dsb. Setiap hari mampu menghasilkan masing-masing 10 kg wajik, jenang, dan krasikan. Karena serba 10 kg, maka sering dijuluki Ngolah Sedoso-nan (Jawa, artinya: sepuluh-an). Rumah produksi Wajik Mbah Rajak terletak di Kampung Cantel Wetan RT 3 RW 11 Sragen, sekitar 500 meter sebelah utara/belakang Kompleks Kantor Pemkab Sragen.