Kawah Sileri

Informasi Obyek Wisata

Kawah aktif terluas di Dataran Tinggi Dieng, yakni sekitar dua hektar dan menjadi salah satu kawah paling berbahaya di Dieng Plateau.

Disekitar kawah ada beberapa mata air panas yang pernah dijadikan pemandian namun musnah tertutup lumpur lahar. Pada tahun 1944 pernah terjadi musibah satu desa di sekitar kawah sileri amblas karena pergerakan tana dan seluruh desa tertimbun. Mata air panas yang mengalir melewati kawah membuat tampungan air berwarna abu-abu dan mempunyai sumber air panas dan dingin.

Permukaan air di kawah ini terus menerus mengepulkan asap putih, dan air kawahnya yang bergolak mendidih berwarna seperti air cucian beras, atau leri. Air kawah tersebut digunakan sebagai sumber air tempat penyiraman Tanaman.

Kawah Sileri menyuguhan pemandangan alam yang menawan. Hamparan perbukitan hijau dengan pohon-pohon yang tumbuh subur serta hamparan perkebunan warga yang mengelilingi kawah akan memanjakan mata. Kondisi vegetasi di sekitar Kawah Sileri terlihat kontras memang jika dibandingkan dengan kondisi di sekitar Kawah Sikidang yang terlihat gersang. Di sekitar Kawah Sileri ini rerumputan dan pepohonan justru dapat tumbuh dengan subur. Di balik pesonanya, Kawah Sileri merupakan kawah paling berbahaya di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pengunjung hanya diperbolehkan mengunjungi kawah ini maksimal sampai dengan pukul lima sore. Walaupun sudah diperingatkan, hal yang paling penting adalah kewaspadaan si pengunjung itu sendiri demi keselamatan diri.

Bagikan halaman ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email