Bledug Kuwu

Informasi Obyek Wisata

Bledug Kuwu merupakan sebuah kawah lumpur (mud volcano) yang terletak di Desa Kuwu. Kawah ini memilik luas kurang lebih 45 hektar. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Nama Bledug Kuwu diambil dari kata Bledug dan Kuwu. Bledug yang berasal dari bahasa jawa memiliki arti letupan, karena setiap kali meletup mengeluarkan bunyi “Bledug”. Sedangkan Kuwu sendiri adalah nama desa tempat kawah lumpur tersebut berada. Yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit dalam bentuk letupan yang besar 1 meter hingga 10 meter.

Terdapat beberapa kawah di Bledug Kuwu. Kawah yang terbesar dinamakan Kwah Jaka Tuwa yang berada di sisi sebelah timur dan kawah yang terkecil dinamakan Kawah Rara Denok yang terletak disisi barat.

Sebagaimana kawah lumpur lainnya, kawah lumpur Kuwu adalah aktivitas pelepasan gas metana dari dalam teras bumi. Letupan-letupan lumpur yang terjadi biasanya membawa pula larutan kaya mineral dari bagian bawah lumpur ke atas. Lumpur ini dimanfaatkan mineralnya oleh penduduk setempat untuk pembuatan konsentrat garam yang disebut bleng dan dipakai, misalnya, dalam pembuatan kerupuk karak. Caranya adalah dengan menampung air dari bledug itu ke dalam glagah (batang bambu yang dibelah menjadi dua), lalu dikeringkan. Hasil dari pengolahan air Bledug Kuwu lebih putih, lebih halus dan lebih gurih dibanding dengan garam hasil air laut biasanya. Konon garam dari bledug Kuwu digunakan untuk bumbu semua makanan yang disajikan di Keraton Kasunanan Surakarta. Dan di percaya lumpur Bledug Kuwu bila digunakan sebagai lulur akan bermanfaat sebagai pencegah penyakit kulit dan menghaluskan kulit. Apabila anda menginginkan untuk membawa pulang, disekitar obyek wisata banyak dijual lumpur serta air dari Bledug Kuwu yang dikemas dalam botol-botol bekas air mineral.

Legenda

Konon, menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Lubang itu terjadi dari perjalanan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah melaksanakan tugasnya untuk menangani Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya Raden Aji Saka.

Akses

Perjalanan menuju ke Bledug Kuwu  hanya dapat menggunakan jalur darat. Karena tidak banyak angkutan umum yang menuju atau dari sana, maka akan lebih praktis apabila menggunakan kendaraan pribadi,. Diawali dari Semarang anda harus melewati kota Purwodadi dahulu setelah itu menuju ke Bledug Kuwu dengan arah Purwodadi-Blora.

Akomodasi

Di area Bledug Kuwu masih jarang di temui penginapan ataupun hotel, karena lokasinya yang berada jauh dari perkotaan. Apabila akan menginap, disarankan untuk menginap di Kota Purwodadi sembari merasakan kelezatan Swike yang menjadi andalan kuliner khas Kota Purwodadi.

Bagikan halaman ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email