Makam Sunan Pandanaran

Informasi Obyek Wisata

  • NAMA OBYEK : MAKAM SUNAN PANDANARAN
    KATEGORI OBYEK : Wisata Religi > Religi Islam
  • LOKASI : Klaten, Mendin, Paseban, Kec. Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57462
  • OPERASIONAL: Setiap Hari
  • TIKET MASUK:
  • AKSES KE LOKASI : MUDAH
    Kondisi Jalan ke lokasi : Aspal
    Jarak dari pintu gerbang ke obyek utama : Cukup Jauh
    Aktivitas fisik ke obyek utama : Cukup
  • FASILITAS: BAIK
    Toilet / Kamar Mandi : Ada
    Tempat Ibadah : Ada (Mushola)
    Tempat Makan : Ada
    Pusat Oleh-Oleh : Ada
  • AKTIVITAS YANG DAPAT DILAKUKAN :
    Berjalan, Berziarah
  • [epvc_views]
  • DATA DIUPDATE : 30 Mei 2020

Makam yang terletak di atas bukit Jabalakat Desa Paseban, Kecamatan Bayat. KA Pandanaran adalah Bupati Semarang yang diangkat oleh Sunan Kalijaga atas nama Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Melalui proses yang sangat panjang hingga KA Pandanaran rela melepaskan jabatan Bupati hanya untuk memperdalam ilmu agama.

Makan Sunan Pandanaran bernama Hastana Cakra Kembang dan memiliki beberapa gerbang dan bangunan yang harus dilalui peziarah.

Gapura Segara Muncar yang dibuat dari batu alam, merupakan gapura pertama yang terletak di terminal Paseban. Pada kaki gapura sebelah barat terdapat tulisan candra sengkala yang bunyinya Murti Sarira Jleging Ratu yang artinya 1488 dan merupakan tahun berdirinya gapura tersebut.

Gapura kedua adalah Gapura Dhuda yang sekarang tidak bisa dilewati dan diganti dengan pintu masuk yang dibangun dinas Purbakala. Dari gapura ini para peziarah berjalan naik melalui tangga berjumlah 235 undakan.

Setelah menaiki anak tangga, peziarah akan memasuki suatu bangsal yang dinamakan bangsal luar, bangsal ini berfungsi sebagai tempat istirahat bagi peziarah. Di sebelah bangsal terdapat masjid dan sebuah gapura bernama Gapura Pangrantunan.

Gapura Pangrantunan yang terletak di dekat Masjid dan sebelah Bangsal dahulu terdapat tempayan yang berisi air untuk mencuci tangan dan kaki sebelum masuk ke makam. Gapura ini sekarang tidak lagi di fungsikan.

Gapura Plengkung Yasan Enggal merupakan gerbang yang tepat berada di samping Bangsal Luar dan merupakan gerbang menuju makam Sunan Pandanaran.

Setelah melewati Gapura Plengkung Yasan Enggal peziarah akan melewati kompleks pemakaman keluarga sunan dan terdapat sebuah Gapura yang bernama Gapura Panemut.

Setelah melewati Gapura Penemut peziarah akan melewati Gapura Pamencar. Kedua gapura ini merupakan bangunan lama (kuno) dan masih bergaya Hindu.

Masuk lebih dalam lagi peziarah akan melewati Bale Kencur yang merupakan Gerbang menuju ke kompleks makam utama Sunan Pandanaran.

Melewati Bale Kencur peziarah akan memasuki suatu pendopo yang disebut Pendopo Prabayeksa. Bangunan pendopo ini berfungsi bagi peziarah yang sedang mengantri masuk ke makam utama yaitu Gedong Inten.

Di dalam Pendopo Proboyeksa terdapat juru kunci yang siap membantu memanjatkan doa bagi peziarah.

Untuk menuju bangunan utama makam Sunan Pandanaran yang bernama Gedong Inten, peziarah akan melalui tangga yang terdapat Pintu Tiga yang merupakan pintu terakhir untuk menuju ke Makam Sunan Pandanaran. Disamping kiri dan kanan tangga menuju pintu tiga pezairah terdapat dua gentong bernama Gentong Sinaga. Gentong ini berisi air yang dipercaya peziarah memiliki kharomah sehingga peziarah banyak yang mencuci muka, meminum, dan membawa pulang air dari gentong ini.

Diatas pintu tiga terdapat Gedhong Inten yang merupakan bangunan utama Makam Sunan Pandanaran, di dalamnya terdapat cungkup makam Sunan Pandanaran. Untuk masuk kedalam Gedhong Inten peziarah harus melewati pintu kecil dan sempit. Di lingkungan bangunan makam utama terdapat makam Nyai Ageng Kaliwungu, dan di sebelah tenggara terdapat makam Nyai Ageng Rakitan, dan di sebelah selatan terdapat makam Ki Ageng Giring.

Bila peziarah keluar dari Gedhong Inten kearah kanan atau disebelah barat luar terdapat dua buah nisan yaitu nisan Dampo Awang dan Nisan Pawilangan, masyarakat setempat menyebutnya Kijing Welangan.

Selain berziarah pengunjung juga dapat berbelanja oleh-oleh khas Klaten yang terdapat di kanan dan kiri tangga masuk ke Makam Sunan Pandanaran.

Bagikan halaman ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email