Waduk Jatibarang

Informasi Obyek Wisata

Waduk Jatibarang merupakan sebuah destinasi wisata baru yang cukup mempesona di Kota Semarang. Memiliki daya tampung 20,4 juta meter kubik dengan luas 189 Ha untuk genangan dan 54 kilometer persegi. Luas daerah tangkapan ini menjadi satu bagian dengan Wisata Goa Kreo.

Pembangunan waduk ini memakan waktu selama 4 tahun dan diresmikan pada tanggal 04 Mei 2015 bertepatan dengan Hari Air Dunia oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana Imam Santoso. Pada peresmian tersebut juga dihadiri oleh Mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Waduk ini dibangun untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Semarang. Selain waduk Jatibarang diharapkan bisa menjadi satu destinasi wisata yang baru serta memunculkan ide-ide kreatif dari masyarakat, seperti pembuatan paket wisata, refreshing, dan lain lain. Di tengah tengah waduk ini masih terjaga Gua Kreo dengan kera-kera yang ada, dengan dihubungkan sebuah jembatan yang didesain dengan artistik sehingga kelihatan lebih anggun.

Pada pengisian awal, waduk ini membutuhkan waktu enam hingga tujuh bulan untuk mencapai elevasi muka air normal 149,3 meter. Waduk Jatibarang dengan desain banjir 170 m3/detik serta dapat menambah pasokan air baku 1.050 liter/detik, dengan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro PLTMH 1,5 MW, serta untuk meningkatkan pariwisata kota Semarang.

Selain fungsi diatas yakni mengatasi banjir dan juga destinasi wisata, keberadaan Waduk yang menelan biaya sebesar Rp. 599,95 miliar dengan biaya pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) akan dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik mikro hidro dengan kapasitas 1,5 megawatt. Serta akan menambah pasokan air baku sebesar 1.050 liter per detik, sehingga akan membantu PDAM setempat untuk mencukupi kebutuhan pelanggan di kota Semarang.

Bagi pengunjung bisa menggunakan kendaraan umum yang melayani rute ke Goa Kreo atau bisa menggunakan taksi. Pengunjung juga bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

Bagikan halaman ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email